Hendrakomara's Blog

Just another WordPress.com weblog

Tanjung.

Posted by hekom pada Januari 16, 2010

Saya selalu suka dengan puisinya Sapardi Djoko Damono (Djoko atau Joko ya?perasaan sih Djoko…punten puisinya dikutip pak!), “Aku Ingin”:

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana :
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana :
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Terutama kalimat pertamanya: Aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Saya selalu kagum dengan kalimat jenius ini: mencintai dengan sederhana. Emang gimana sih, ”mencintai dengan sederhana” itu? Menurut Pak Sapardi: dengan kata yang tak sempat diucapkan/kayu kepada api yang menjadikannya abu. Dari pertama saya baca, saya nggak pernah bisa ngerti maksud dua kalimat yang mengikuti ”Aku ingin mencintaimu dengan sederhana”. Cinta yang tak pernah terucap atau terisyaratkan, tapi semata pengorbanan hingga bahkan tiada? Itu interpretasi sederhana saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: